Sunday, September 13, 2015

Nenek Pemulung Tua

Suatu hari seorang pemuda melihat seorang nenek duduk di depan sebuah minimarket dari dalam mobilnya. Sang nenek sedang merapikan karung besar berisi botol-botol plastik disela-sela istirahatnya. Pemuda itu menyuruh supirnya turun dan memberikan box makan siangnya untuk sang nenek. Sang supir berbicara pada sang nenek sambil menunjuk ke arah pemuda isyarat bahwa itu darinya. Sang nenek membalas senyum sang pemuda yang berada dalam mobil, mengucapkan terima kasih dari kejauhan.
Keesokan harinya di tempat yang sama sang nenek menerima beberapa lembar uang dari sang pemuda yang dititipkan pada supirnya. Sang pemuda kembali tersenyum pada sang nenek dari dalam mobilnya. Tapi kali ini sang nenek tak membalas senyumnya, terlihat raut wajahnya yang kurang suka.
Pada hari ketiga sang pemuda memberikan 2 pasang setelan baju, bahan-bahan makanan, serta buah-buahan segar. Saat sang supir memberikan kepada sang nenek, diluar dugaan sang nenek menolaknya. Sang nenek marah, "Apa majikanmu jijik memberikan semua itu pada nenek tua pemulung kotor ini?! Kenapa dia tidak turun saja dari mobilnya dan memberikan semua itu dengan tangannya sendiri? Apa orang kaya seperti itu?!". Kemudian sang nenek beranjak mendekati mobil sang pemuda. Sang nenek menyuruh pemuda itu turun dari dalam mobil. Sang pemuda meminta maaf pada sang nenek, "Maafkan saya nek kalau saya menyinggung perasaan nenek. Saya hanya bangga pada nenek, diusia setua ini tangan nenek masih kuat mengangkut karung itu. Maaf kalau saya tidak bisa memberikan semua ini dari tangan saya langsung pada nenek. Tapi..." Sang supir membukakan pintu mobil dan pemuda tadi turun. "Tapi saya memang tidak memilikinya...". Sang nenek terkejut melihat sang pemuda tak memiliki tangan.

No comments:

Post a Comment