Saturday, October 17, 2015
Jasa Bungkus Seserahan dan Kado
Ini adalah pertama kali saya berani menampilkan salah satu kelebihan saya yang mungkin bisa menjadi salah satu peluang bisnis. Tidak ada pengalaman mengikuti kelas khusus sebenarnya. Semua tercipta dari pengalaman melihat dan mencoba yang saya terapkan. Bagi yang berkenan untuk menggunakan jasa bungkus seserahan atau kado yang menarik bisa langsung menghubungi saya di LINE id andrewstywznl atau bisa call 087834844111.
Tuesday, September 15, 2015
Pagi ini aku membuka akun facebookku sekedar melihat momen terbaru di beranda. Ada yang sekedar menulis ucapan selamat pagi, adapun yang men-share informasi skala 'tidak penting-sangat penting'. Melihat teman-temanku yang sekarang sudah dibilang sukses membuatku berkecil hati. Berfikir sejenak kapan aku bisa seperti mereka yang bisa berbagi momen yang mendeskripsikan tentang kesuksesanku. Untuk sekedar menghibur diri kadang aku menyatakan bahwa jalanku masih panjang ke depan untuk bisa meraih apa yang menjadi impianku. Tetap belajar bukan hanya menyelesaikan studiku saja dengan tepat waktu, tapi juga belajar tentang kehidupan. Yah mungkin facebook ini salah satu akun yang membuka cara pandangku untuk menatap kehidupan yang nyata. Banyak dari mereka mem-posting suatu argumen yang mengajak ke arah positif tapi tidak sinkron dengan perilaku orang tersebut di dunia nyata. Mungkin kalau diibaratkan seperti 'tong kosong berbunyi nyaring'. Itu salah satu contoh pelajaran hidup yang sangat berharga agar jangan sampai aku terlihat seperti orang bodoh yang menyorakan sesuatu yang belum aku mengerti. That's life, hidup untuk belajar menjadi lebih baik dari orang-orang yang terbaik karena sesungguhnya tidak ada orang yang paling baik.
Friday, 28.08.2015
Sunday, September 13, 2015
Nenek Pemulung Tua
Suatu hari seorang pemuda melihat seorang nenek duduk di depan sebuah minimarket dari dalam mobilnya. Sang nenek sedang merapikan karung besar berisi botol-botol plastik disela-sela istirahatnya. Pemuda itu menyuruh supirnya turun dan memberikan box makan siangnya untuk sang nenek. Sang supir berbicara pada sang nenek sambil menunjuk ke arah pemuda isyarat bahwa itu darinya. Sang nenek membalas senyum sang pemuda yang berada dalam mobil, mengucapkan terima kasih dari kejauhan.
Keesokan harinya di tempat yang sama sang nenek menerima beberapa lembar uang dari sang pemuda yang dititipkan pada supirnya. Sang pemuda kembali tersenyum pada sang nenek dari dalam mobilnya. Tapi kali ini sang nenek tak membalas senyumnya, terlihat raut wajahnya yang kurang suka.
Pada hari ketiga sang pemuda memberikan 2 pasang setelan baju, bahan-bahan makanan, serta buah-buahan segar. Saat sang supir memberikan kepada sang nenek, diluar dugaan sang nenek menolaknya. Sang nenek marah, "Apa majikanmu jijik memberikan semua itu pada nenek tua pemulung kotor ini?! Kenapa dia tidak turun saja dari mobilnya dan memberikan semua itu dengan tangannya sendiri? Apa orang kaya seperti itu?!". Kemudian sang nenek beranjak mendekati mobil sang pemuda. Sang nenek menyuruh pemuda itu turun dari dalam mobil. Sang pemuda meminta maaf pada sang nenek, "Maafkan saya nek kalau saya menyinggung perasaan nenek. Saya hanya bangga pada nenek, diusia setua ini tangan nenek masih kuat mengangkut karung itu. Maaf kalau saya tidak bisa memberikan semua ini dari tangan saya langsung pada nenek. Tapi..." Sang supir membukakan pintu mobil dan pemuda tadi turun. "Tapi saya memang tidak memilikinya...". Sang nenek terkejut melihat sang pemuda tak memiliki tangan.
Subscribe to:
Posts (Atom)





